Komisi C DPRD Jombang Soroti Proyek Musala PKL Rp374 Juta, Minta Audit Menyeluruh


PR JATIM- Komisi C DPRD Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengkritik pembangunan masjid di kawasan Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) Jombang yang dianggap memiliki kendala.

Komite meminta agar proyek tersebut diaudit secara menyeluruh, setelah ditemukan kerusakan pada beberapa proyek sebelumnya di wilayah yang sama.

Anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifulloh, mengungkapkan bahwa kualitas proyek Sentra PKL yang telah dibangun sebelumnya tergolong memprihatinkan.

Beberapa fasilitas pendukung dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari penerangan yang tidak berfungsi hingga infrastruktur penunjang lainnya.

"Sejak proyek sebelumnya saja sudah banyak kerusakan. Lampu tidak berfungsi, infrastruktur lain juga mengalami kendala. Hal ini harus menjadi bahan evaluasi yang serius," tegas Syaifulloh, Senin 22 Desember 2025.

Pada anggaran tahun 2025, menurutnya, terdapat beberapa proyek yang sedang berlangsung di wilayah Sentra PKL Jombang, seperti pembangunan masjid, taman, serta sarana pendukung lainnya.

Namun, Komisi C mendapatkan informasi bahwa proyek pembangunan masjid berisiko mengalami penundaan penyelesaian dibandingkan jadwal yang telah ditentukan.

"Seharusnya proyek selesai dikerjakan lebih awal, bukan justru dipaksakan di akhir tahun. Jika terlambat, ini menunjukkan perencanaan yang kurang matang dari awal," katanya.

Komisi C DPRD Jombang juga mengimbau agar kontraktor pelaksana segera menyelesaikan pembangunan masjid sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian.

Proyek ini diketahui memiliki nilai kontrak sekitar Rp374 juta dan dikerjakan oleh CV Abadi Langgeng Jaya.

Selanjutnya, Syaifulloh juga menyoroti informasi bahwa proyek-proyek sebelumnya di kawasan Sentra PKL diduga dilakukan oleh pihak yang sama.

Menurutnya, keadaan ini bisa memicu munculnya tindakan tidak sehat jika proses pengadaan tidak dilakukan melalui sistem lelang yang terbuka.

"Jika dikerjakan oleh orang yang sama terus, terlebih jika tidak melalui lelang terbuka, ini perlu dipertanyakan. Jangan sampai terjadi praktik yang merugikan daerah," tegasnya.

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, proyek pembangunan masjid di kawasan Sentra PKL Jombang, Jawa Timur berisiko mengalami penundaan penyelesaian.

Hingga mendekati akhir Desember 2025, beberapa pekerjaan di lokasi proyek masih terlihat belum selesai, sementara masa kontrak tinggal beberapa hari lagi.

Pengawasan di lokasi, bahan bangunan masih berserakan di sekitar area musala. Beberapa bagian struktur juga tampak belum dipoles keramik dan belum dilakukan pengecatan. Selain itu, papan informasi proyek tidak ditemukan di lokasi pembangunan.

Seorang pedagang di Sentra PKL Jombang, Agus, menganggap proyek pembangunan mushola yang memakan dana sebesar Rp 375.327.998 berisiko terlambat.

Ia mengatakan masih ada banyak pekerjaan yang belum selesai hingga saat ini.

"Masih ada banyak pekerjaan yang belum selesai, seperti pengecatan, pemasangan keramik, dan tugas-tugas lainnya. Namun, beberapa minggu terakhir ini para pekerja sering bekerja lembur hingga larut malam," katanya, Minggu 21 Desember 2025. 

0/Post a Comment/Comments